
Emas dan perak mengalami kenaikan harga yang signifikan, dipicu oleh meningkatnya permintaan safe-haven (aset aman) di tengah ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung. Pasar luar seperti melemahnya indeks dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi Amerika juga turut mendorong kenaikan harga logam mulia.
Laporan pekerjaan AS dan data inflasi (CPI) yang akan dirilis dalam waktu dekat diperkirakan menjadi katalis penting bagi pergerakan harga emas dan perak selanjutnya. Para analis mencatat bahwa volatilitas pasar telah meningkat belakangan ini, namun hal ini tidak menggoyahkan keyakinan investor terhadap prospek logam mulia.
Harga emas kontrak April dan perak kontrak Maret menunjukkan penguatan yang cukup besar. Sentimen positif ini juga didukung oleh laporan dari Heraeus yang menyebutkan bahwa emas dan perak telah memasuki rezim volatilitas baru dengan potensi kenaikan yang masih terbuka lebar.
Sumber : KitcoNews



