Akhir pekan lalu ternyata jadi hari yang berat buat emas dan perak. Harga emas spot diperdagangkan di kisaran US$4.456,00 per ons troy, turun 3,14% dalam sehari, kalau dikonversi itu setara sekitar US$143 per gram (1 ons troy = 31,1035 gram). Perak juga ikut terseret turun 4,24% ke US$66,210 per ons. Bursa saham Amerika Utara ditutup melemah meski secara mingguan masih mencatat kenaikan: S&P 500 turun 0,2% ke 7.711,76, Dow Jones Industrial Average turun tipis di bawah 0,1% ke 53.559,99, Nasdaq Composite melemah 0,5% ke 26.402,42, dan Russell 2000 anjlok 1,4% ke 2.972,37. Di sisi lain, bursa Eropa justru menguat, STOXX Europe 600 naik 0,51% ke 655,16, FTSE 100 London naik 0,29% ke 10.824,26, DAX Jerman naik 0,77% ke 26.569,99, CAC 40 Prancis naik 0,98% ke 8.401,18, dan FTSE MIB Italia naik 0,67% ke 52.616,12.
Yang bikin pasar logam mulia rontok adalah pidato Kevin Warsh, Ketua The Fed (bank sentral Amerika Serikat), di forum Jackson Hole. Warsh menegaskan tugas The Fed adalah menjaga stabilitas harga, dan dia menyebut inflasi yang membandel masih jadi risiko utama. Bersamaan dengan itu, Departemen Tenaga Kerja AS merilis revisi awal data payroll yang menunjukkan angka pekerjaan Maret 2026 sebelumnya kelebihan catat sebanyak 79.000 pekerjaan, jauh lebih kecil dari revisi turun besar-besaran yang sempat dikhawatirkan sebagian pelaku pasar. Kombinasi keduanya bikin ekspektasi pasar berbalik hawkish: peluang kenaikan suku bunga bulan September melonjak dari 35,9% menjadi 57,5%. Imbal hasil obligasi AS tenor 2 tahun naik 11,8 basis poin ke 4,348%, dan indeks dolar AS menguat 0,5%. Buat emas, sinyalnya jelas: data tenaga kerja tidak memberi kejutan dovish yang diharapkan investor, sehingga biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas kembali jadi sorotan.
Secara teknikal, emas sempat jebol di bawah rata-rata pergerakan 200 hari di level US$4.526,24, bahkan turun di bawah ambang batas bear market di US$4.481,78, dan sempat menguji zona retracement US$4.504,07 hingga US$4.458,52. Perak nasibnya nggak jauh beda, level breakout US$70 yang sempat ditembus sebelumnya gagal bertahan, harga meluncur turun melewati US$69,96, US$69,50, hingga US$67,69, sebelum akhirnya stabil di atas level terendah sesi US$66,00. Menariknya, struktur breakout perak memang rusak tapi belum sepenuhnya patah, sementara jebolnya emas di bawah rata-rata 200 hari bikin beberapa sesi ke depan jadi penentu, apakah ini cuma koreksi sesaat gara-gara pidato Warsh, atau awal dari reset teknikal yang lebih panjang.
Di pasar energi, perhatian masih tertuju ke Selat Hormuz sebagai jalur utama yang memengaruhi harga minyak, ekspektasi inflasi, dan permintaan aset safe haven. Tapi Jumat kemarin, dampaknya ke pasar justru datang dari meredanya kekhawatiran pasokan, bukan lonjakan harga minyak. Harga minyak turun di tengah kabar potensi kesepakatan pelayaran melalui selat tersebut, plus tanda-tanda lebih banyak minyak mentah yang tetap mengalir meski perang AS-Israel melawan Iran sudah berjalan enam bulan. Tercatat tujuh kapal komoditas melintasi Hormuz pada Kamis, turun dari 17 kapal sehari sebelumnya dan di bawah rata-rata 10 hari sebanyak 15 kapal. Brent kontrak depan ditutup di US$89,31 per barel dan minyak Nymex berada di kisaran US$83,18. Yang penting, harga minyak yang lebih rendah ini mengurangi sebagian premi inflasi, tapi konflik Iran yang belum tuntas dan risiko sanksi tetap menjaga permintaan emas sebagai aset defensif di latar belakang. Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun sendiri diperdagangkan di kisaran 4,7%.
Ke depan, level-level teknikal ini bakal jadi acuan pelaku pasar. Kalau emas naik lagi ke atas US$4.504,07, target selanjutnya ada di US$4.526,24 lalu US$4.604,00. Sebaliknya kalau turun di bawah US$4.458,52, target support berikutnya ada di US$4.319,60 dan US$4.230,51. Buat perak, level US$67,69 jadi kunci, kalau berhasil ditembus naik, target berikutnya US$69,50 lalu US$69,96, sementara kalau turun di bawah US$66,00 target support selanjutnya ada di US$65,66 dan US$64,20.
Dilansir Kitco News, pergerakan harga emas dan perak memang bisa berubah cepat begitu ada sinyal baru dari The Fed atau data ekonomi AS. Buat kamu yang mau pantau harga emas batangan terbaru atau lihat pilihan produknya, silakan mampir ke Anekalogam di Mall Artha Gading atau cek anekalogam.co.id.