Emas spot diperdagangkan di sekitar $4.107,20 per troy ounce — naik 0,55% — di penghujung sesi Amerika pada Kamis, 30 Juli 2026. Pergerakan harga cukup volatil sepanjang hari dengan rentang sesi $4.028,40 hingga $4.101,10, namun logam mulia berhasil bertahan di atas area kritis $4.000 dan kembali menembus $4.101. Perak pun ikut menguat 1,84% ke $59,27 per troy ounce.
Pendorong utama pemulihan ini adalah data ekonomi AS yang dirilis Kamis pagi. Inflasi PCE (Personal Consumption Expenditures — ukuran inflasi favorit The Fed) bulan Juni turun 0,1% secara bulanan dan melambat ke 3,7% secara tahunan. Inflasi inti (core PCE) naik tipis 0,1% bulanan dan melambat ke 3,3% tahunan. Data ini membantu melemahkan dolar AS dan memberi angin segar bagi emas setelah tekanan dari keputusan hawkish The Fed sehari sebelumnya.
Konteks penting: pada Rabu (29/7), FOMC (komite kebijakan moneter AS) mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75% — sesuai ekspektasi pasar. Namun menariknya, ada tiga anggota yang memilih kenaikan 25 basis poin, artinya risiko kenaikan suku bunga September tetap hidup. Di sisi pertumbuhan ekonomi, GDP AS kuartal kedua tumbuh 1,5% secara tahunan, melambat dari 2,1% di kuartal pertama — sinyal ekonomi mulai mendingin, meski inflasi masih jauh di atas target 2% The Fed.
Faktor geopolitik tetap menjadi variabel dua arah bagi emas. Situasi Selat Hormuz digambarkan sebagai "terbuka tapi sangat tegang" di bawah tekanan militer, diplomatik, dan pelayaran aktif. Ketegangan AS–Iran terus meninggalkan premi risiko perang di jalur pengiriman Teluk dan Laut Merah. Harga minyak WTI turun ke kisaran $80-an rendah seiring meredanya kekhawatiran langsung — tetapi potensi lonjakan kembali bisa menghidupkan tekanan inflasi yang berkali-kali membatasi kenaikan emas.
Di pasar ekuitas, Wall Street justru melonjak tajam setelah laporan keuangan Microsoft menyulut kembali semangat investasi di sektor AI. S&P 500 naik 1,7% ke 7.437, Nasdaq melonjak 2,8%, sementara Dow Jones naik 1,2%. Yield obligasi 10 tahun AS masih bertengger di sekitar 4,6% — tetap menjadi hambatan struktural bagi emas.
Secara teknikal, situasi emas masih memberikan sedikit keunggulan kepada pihak bearish dalam jangka pendek, meski para bulls berhasil memperbaiki momentum setelah harga kembali di atas $4.101,10. Target kenaikan berikutnya ada di $4.114, kemudian $4.166, dan $4.200. Support utama berada di $4.028,40 dan $3.995,20. Pasar akan mencermati data dan pernyataan The Fed berikutnya, serta perkembangan terbaru di jalur pelayaran Hormuz.
Pantau terus perkembangan harga emas dunia hanya di anekalogammulia.com, atau kunjungi toko kami di Mall Artha Gading untuk konsultasi investasi emas secara langsung.