Harga emas spot mengakhiri sesi Rabu dengan kenaikan solid. Di pasar spot, emas diperdagangkan di $4.136,60 per ons (+1,47%), bergerak dalam rentang harian $4.075,90 hingga $4.167,00. Sementara itu, perak juga ikut menguat ke $59,72 (+1,80%), berhasil mempertahankan posisinya di atas rata-rata bergerak 100 periode di sekitar $59,23.
Menariknya, kenaikan emas terjadi meski ada hambatan dari beberapa sisi. Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun merangkak naik ke sekitar 4,66% dari 4,63% sehari sebelumnya, sementara indeks dolar AS bertahan di kisaran 101. Harga minyak mentah juga melonjak — Brent crude ditutup di $94,07 per barel (tertinggi sejak 8 Juni), sedangkan WTI naik ke $86,83. Kombinasi imbal hasil obligasi yang lebih tinggi dan penguatan dolar biasanya menjadi angin sakal bagi emas, tapi tekanan beli defensif berhasil mengimbanginya.
Pemicu utama sentimen defensif adalah situasi Selat Hormuz. AS memperingatkan sejumlah pemimpin Asia bahwa upaya Iran untuk mengontrol atau memungut tarif atas jalur perairan strategis itu bisa mengancam perdagangan global. Ancaman ini, dikombinasikan dengan serangan berulang di Laut Merah dan Teluk oleh kelompok Houthi, terus mendorong pasar minyak memperhitungkan risiko pasokan — dan secara tidak langsung mendukung permintaan emas sebagai aset lindung nilai.
Dari sisi data ekonomi AS, sinyalnya campur aduk. Data CPI dan PPI Juni yang lebih lunak memang meredam kekhawatiran kenaikan suku bunga The Fed (bank sentral AS) dalam waktu dekat. Namun data lain — seperti penjualan ritel yang kuat, klaim pengangguran yang turun, dan sentimen konsumen yang membaik — mencegah pasar berekspektasi The Fed akan segera berbalik dovish. Perhatian kini tertuju pada data flash PMI AS di hari Jumat dan rapat kebijakan The Fed pekan depan.
Secara teknikal, emas berhasil menembus resistensi segitiga dan kini diperdagangkan di atas rata-rata bergerak 50 periode ($4.049) dan 100 periode ($4.076) — sinyal positif jangka pendek. Target kenaikan berikutnya ada di $4.167, $4.200, dan $4.278. Di sisi sebaliknya, level support kritis pertama ada di $4.080; jika ditembus ke bawah, fokus akan beralih ke zona $4.050–$4.040.
Bagi investor emas lokal, momentum ini layak dicermati. Ketegangan geopolitik di jalur energi global dan ketidakpastian arah kebijakan The Fed masih menjadi faktor dominan penggerak harga. Pantau terus perkembangan ini bersama Anekalogam — kunjungi anekalogammulia.com atau datang langsung ke toko kami di Mall Artha Gading untuk konsultasi investasi emas fisik.