
Harga emas mengalami penurunan pada sesi perdagangan terkini, mencapai level terendah di $4.581 per ounce. Penurunan ini terjadi setelah dirilis data survei manufaktur Philadelphia Fed yang menunjukkan peningkatan ke level 12,6 pada Januari.
Survei manufaktur Philadelphia Fed merupakan indikator penting yang mengukur kondisi sektor manufaktur di wilayah Philadelphia. Kenaikan indeks ini umumnya menandakan penguatan ekonomi Amerika Serikat, yang dapat mempengaruhi kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Para analis pasar mencatat bahwa penguatan data ekonomi AS seringkali memberikan tekanan pada harga emas dalam jangka pendek. Meski demikian, banyak pengamat seperti Bank of America masih memproyeksikan emas akan menjadi aset lindung nilai utama dan pendorong kinerja di tahun 2026, dengan potensi mencapai $5.000/oz pada kuartal pertama 2026 menurut prediksi UBS.
Sumber : KitcoNews




