
Pasar emas mengalami gejolak signifikan dengan fluktuasi harga dalam rentang $500, menandakan volatilitas yang belum pernah terjadi sebelumnya di pasar logam mulia. Para analis termasuk Gary Wagner, seorang analis pasar teknikal berpengalaman 25 tahun, memantau pergerakan dramatis ini yang menarik perhatian investor global.
Bank of America melalui analis Widmer memprediksi emas akan menjadi instrumen lindung nilai utama dan pendorong kinerja di 2026, sementara perak berpotensi mencapai puncak antara $135 hingga $309. Senada dengan itu, UBS memproyeksikan harga emas akan mencapai $5,000 per ons menjelang kuartal pertama 2026 di tengah gelombang kenaikan harga komoditas secara luas.
Gabelli's Mancini menyatakan bahwa reli emas belum berakhir dan perusahaan tambang sedang menghadapi momen alokasi modal penting. Sementara itu, grafik teknikal emas dan perak menunjukkan sinyal bullish yang semakin kuat, didukung permintaan safe-haven yang solid di awal tahun.
Sumber : KitcoNews



