Harga emas di pasar spot, yaitu pasar untuk transaksi dengan penyerahan segera, berada di sekitar 4.274,70 dolar AS per ons troi saat laporan ditulis. Dengan konversi 1 ons troi = 31,1035 gram, nilainya kira-kira 137,43 dolar AS per gram, sebagai padanan harga spot global, bukan harga emas ritel Indonesia. Perak juga turun 1,02% ke sekitar 63,670 dolar AS per ons troi. Pelemahan kedua logam terjadi ketika dolar AS menguat, imbal hasil obligasi pemerintah AS tetap tinggi, dan harga minyak kembali naik. Ketiganya membatasi ruang pemulihan logam mulia.
Pembicaraan AS dan Iran belum menunjukkan kemajuan berarti. Kedua pihak masih berbeda pandangan mengenai syarat mengakhiri konflik. Teheran tetap memprioritaskan pencabutan blokade laut AS terhadap pelabuhan Iran serta pembukaan kembali Selat Hormuz. Pada perdagangan menjelang penutupan, minyak Brent berada di sekitar 105,42 dolar AS per barel. Minyak West Texas Intermediate (WTI) berada di sekitar 94,30 dolar AS per barel. Risiko pengiriman melalui Timur Tengah lebih terasa pada Brent karena perdagangan minyak internasional lebih terpapar jalur tersebut. Kebuntuan diplomasi pun terus membayangi pasokan dan harga energi.
Menariknya, ketegangan geopolitik memberi dua pengaruh berbeda terhadap emas. Ketidakpastian mendukung permintaan aset yang dianggap aman. Namun, minyak yang lebih mahal juga meningkatkan risiko inflasi, mendorong imbal hasil obligasi, dan memperkuat perkiraan kenaikan suku bunga The Fed, bank sentral AS. Emas tidak memberikan bunga, sehingga imbal hasil obligasi yang tinggi meningkatkan daya tarik relatif aset berbunga. Dolar yang menguat ikut menambah tekanan karena emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Pada sesi ini, dukungan dari kebutuhan perlindungan belum cukup mengimbangi tekanan tersebut.
Data ekonomi AS ikut memperkuat perkiraan bahwa suku bunga masih bisa naik. Indeks manajer pembelian, atau PMI, awal September menunjukkan pertumbuhan sektor swasta terkuat dalam lebih dari lima tahun. Klaim tunjangan pengangguran mingguan turun menjadi 197.000, sementara penjualan rumah baru Agustus naik 6,4% ke laju tahunan 684.000. Selama sesi perdagangan, harga kontrak berjangka suku bunga mencerminkan peluang kenaikan bunga Oktober sekitar dua pertiga hingga 70%. Angka itu menggambarkan ekspektasi pasar, bukan keputusan bank sentral. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun bertahan di sekitar 5,1%, sedangkan indeks dolar berada dekat 101.
Perhatian berikutnya tertuju pada pesanan barang tahan lama Agustus dan hasil akhir survei sentimen konsumen September yang dijadwalkan Jumat. Pesanan yang lebih kuat atau ekspektasi inflasi yang meningkat dapat mempertahankan tekanan melalui dolar dan imbal hasil obligasi. Sebaliknya, data yang lebih lemah akan menguji apakah tekanan jual mulai mereda setelah emas turun melewati 4.300 dolar AS per ons troi pekan ini. Secara teknikal, area hambatan kenaikan terdekat berada pada 4.311,00 hingga 4.347,26 dolar AS per ons troi. Sementara itu, area penopang harga terdekat berada di 4.252,44 dolar AS per ons troi. Level tersebut merupakan acuan analisis, bukan kepastian arah berikutnya.
Bagi pembeli emas Indonesia, pengaruh berita ini berjalan melalui harga emas global dalam dolar AS dan nilai tukar rupiah. Penurunan harga global belum tentu menghasilkan perubahan yang sama besar ketika nilainya dihitung dalam rupiah. Jika rupiah melemah terhadap dolar, pelemahan tersebut dapat mengurangi dampak turunnya harga emas global; penguatan rupiah dapat memberi pengaruh sebaliknya. Yang penting, angka spot dalam laporan ini merupakan acuan pasar internasional dan tidak sama dengan harga emas ritel di Indonesia. Untuk mengenal produk emas dan memperoleh informasi harga yang tersedia, kunjungi Anekalogam di Mall Artha Gading atau anekalogammulia.com.