Perak Naik 1,63%, Dolar Menguat dan Membatasi Kenaikan Emas

Perak Naik 1,63%, Dolar Menguat dan Membatasi Kenaikan Emas

Pada akhir perdagangan AS, Selasa, 22 September 2026, harga emas di pasar spot berada di sekitar 4.356,80 dolar AS per ons troi, naik 0,32%. Sebagai gambaran, harga tersebut setara sekitar 140,07 dolar AS per gram, menggunakan konversi 1 ons troi = 31,1035 gram. Ini merupakan perkiraan nilai spot global, bukan harga emas ritel Indonesia. Perak bergerak lebih kencang, naik 1,63% ke sekitar 66,970 dolar AS per ons troi. Perbedaan laju keduanya menunjukkan bahwa dukungan terhadap logam mulia belum membuat emas bebas dari tekanan dolar dan imbal hasil obligasi.


Perhatian pasar tertuju pada The Fed, bank sentral AS, setelah kenaikan suku bunga September. Pelaku pasar masih menimbang apakah langkah itu hanya penyesuaian sekali atau awal pengetatan lanjutan. Pada awal sesi, harga kontrak berjangka mencerminkan peluang sekitar 53,1% untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Oktober. Indeks dolar berada di sekitar 100,48, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun bertahan di sekitar 5,0%. Dolar yang kuat membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Imbal hasil tinggi juga memperbesar daya tarik obligasi dibandingkan emas yang tidak memberikan bunga.


Menariknya, turunnya minyak belum menghapus kekhawatiran pasar terhadap inflasi. Minyak Brent sempat turun di bawah 98 dolar AS sebelum menetap di sekitar 99,25 dolar AS per barel. Iran memberi sinyal jalur pelayaran Teluk dapat dibuka kembali dalam beberapa hari jika AS mencabut tekanan dan blokade pelabuhan Iran. Arab Saudi juga bergerak memulihkan ekspor melalui jaringan pipa East-West dan Pelabuhan Yanbu. Perkembangan ini mengurangi tambahan harga akibat risiko Selat Hormuz, tetapi risikonya belum hilang. Tekanan inflasi langsung mereda, sementara kebutuhan terhadap emas sebagai aset aman ikut kehilangan sebagian dukungan.


Arah berikutnya bergantung pada data ekonomi AS. Rabu membawa pembacaan awal indeks manajer pembelian (PMI) manufaktur dan jasa September. Kamis menyusul laporan mingguan pengajuan tunjangan pengangguran, lalu Jumat menghadirkan pesanan barang tahan lama Agustus dan angka final sentimen konsumen September. Dalam skenario yang dipaparkan laporan tersebut, aktivitas ekonomi lebih kuat atau komponen harga yang meningkat dapat mempertahankan tekanan terhadap emas melalui dolar dan imbal hasil obligasi. Sebaliknya, data lebih lemah dapat membuka ruang kenaikan lanjutan. Jadi, dampaknya bukan hanya soal angka ekonomi membaik atau memburuk, melainkan bagaimana pasar mengubah perkiraan kebijakan suku bunga.


Dari sisi teknikal, laporan tersebut menempatkan area 4.393,68–4.400,00 dolar AS per ons troi sebagai hambatan kenaikan terdekat. Jika emas mampu menembus dan bertahan di atasnya, sasaran berikutnya berada di 4.480,00 lalu 4.500,00 dolar AS per ons troi. Di sisi bawah, area penopang harga terdekat berada di 4.333,11, kemudian 4.300,00 dolar AS per ons troi. Level-level ini merupakan acuan pembacaan pergerakan harga, bukan kepastian arah berikutnya. Kemampuan emas melewati hambatan tersebut masih berkaitan dengan perkembangan dolar, imbal hasil obligasi, serta perubahan perkiraan suku bunga setelah data ekonomi diumumkan.


Bagi pembeli emas Indonesia, hubungan harga global dengan kurs rupiah menjadi penghubung yang penting. Harga acuan emas dalam dolar diterjemahkan ke rupiah melalui kurs, sehingga kenaikan harga global tidak otomatis menghasilkan persentase perubahan yang sama dalam rupiah. Laporan ini tidak menyertakan kurs dolar terhadap rupiah bertanggal, sehingga konversi ke rupiah per gram tidak disajikan. Yang penting, nilai spot global juga berbeda dari harga produk emas ritel. Memahami hubungan tersebut membantu pembaca menempatkan berita pasar internasional dalam konteks harga yang mereka lihat. Untuk mengenal produk emas dan informasi terkait, kunjungi Anekalogam di Mall Artha Gading atau anekalogammulia.com.